Kabarminang — Perjuangan hidup Claudia (19), gadis asal Kampung Tebing Tinggi, Kenagarian Batang Betung, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Pesisir Selatan, akhirnya memasuki babak penentuan. Operasi besar pengangkatan tumor ganas di tulang punggung yang dijalaninya di RSUP M. Djamil Padang telah selesai dilakukan setelah berlangsung selama hampir 10 jam.
Angga Dwi Satria, Ketua Pemuda Kampung Tebing Tinggi sekaligus perwakilan keluarga Claudia, mengatakan bahwa operasi itu dimulai sekitar pukul 12.30 WIB, lalu berakhir pada pukul 22.30 WIB pada Jumat (3/1). Meski operasi itu berlangsung lama dan penuh risiko, kata Angga, kondisi Claudia dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda membaik.
Angga mengatakan bahwa Claudia menjalani operasi besar yang difokuskan pada pengangkatan tumor di bagian tulang punggung, yang selama berbulan-bulan menjadi sumber utama penderitaannya. Ia menyebut bahwa tim dokter juga menangani bagian pinggul yang mengalami kerusakan jaringan serius guna mencegah infeksi meluas dan komplikasi yang lebih berat.
Operasi itu menjadi harapan besar bagi Claudia dan keluarganya karena kondisi fisiknya yang sangat lemah akibat harus menahan rasa sakit hebat dalam waktu lama. Selama berbulan-bulan ia hanya bisa berada dalam posisi telungkup atau seperti orang sujud demi mengurangi nyeri di punggung, yang berdampak pada pembengkakan parah di kedua kaki serta gangguan fungsi saraf.
Sebelum operasi, kata Angga, tim medis telah menyampaikan prediksi medis yang cukup berat, terutama terkait dengan fungsi saraf di kedua kaki yang disebut mengalami kerusakan serius dan kecil kemungkinan untuk pulih sepenuhnya. Meski demikian, kata Angga, keluarga menegaskan bahwa tujuan utama operasi adalah menyelamatkan nyawa Claudia dan menghentikan penderitaan yang selama ini ia rasakan.
“Kami sadar risikonya besar. Yang penting anak kami bisa bertahan dan tidak terus menahan sakit,” ujar ibu Claudia, Rosmawati, pada Sabtu (3/1).
Claudia sebelumnya dirujuk dari RSUD Painan ke RSUP M. Jamil Padang setelah kondisinya menyita perhatian publik. Proses rujukan tersebut terwujud berkat gotong royong warga, Wali Nagari Batang Betung, pemerintah kecamatan, hingga dukungan pemerintah daerah karena keterbatasan biaya dan fasilitas medis yang dihadapi keluarga.
Di tengah perjuangan medis yang berat, keluarga Claudia juga membuka donasi bagi masyarakat yang tergerak membantu meringankan beban pengobatan dan perawatan lanjutan.
















