Kabarminang – Seorang perempuan yang diduga sedang hamil ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Korong Kampung Tangah Anduring, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, pada Jumat (28/11) sore.
Kapolsek 2×11 Kayu Tanam, Iptu Deni Kurniawan, mengatakan bahwa tubuh korban pertama kali terlihat warga ketika tersangkut pada ranting kayu besar yang terbawa arus banjir.
“Saat ditemukan, kondisi jenazah berada di tengah aliran sungai dan posisinya sangat berbahaya untuk dievakuasi,” jelasnya.
Tim gabungan dari kepolisian, BPBD, dan relawan langsung bergerak melakukan evakuasi. Kondisi arus sungai yang deras membuat proses tersebut berlangsung penuh risiko.
“Petugas harus menyeberang melawan arus deras demi mencapai jenazah. Situasinya penuh risiko, tetapi kami berhasil mengamankannya,” kata Iptu Deni.
Medan licin serta banyaknya material banjir yang hanyut di sekitar lokasi membuat proses evakuasi semakin sulit. Meski demikian, tim berhasil mengangkat jenazah tanpa menimbulkan bahaya bagi petugas maupun warga.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Padang Pariaman untuk identifikasi lebih lanjut karena tidak ditemukan tanda pengenal apa pun.
“Kami perlu memastikan identitas korban karena tidak ditemukan identitas di tubuhnya,” ujarnya.
Diduga Korban Banjir Bandang dari Hulu
Warga Kampung Tangah Anduring memastikan tidak ada anggota keluarga mereka yang hilang, sehingga besar kemungkinan korban bukan berasal dari wilayah tersebut.
















