Kabarminang – Warga mengeluhkan kondisi jalan berlubang di Jalan Lintas Sumatera di Dharmasraya, tepatnya di kawasan Jorong Palo Padang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, yang kerap menelan korban. Sebagai aksi protes dan tanda bahaya, jalan berlubang tersebut ditanami pohon pisang, dan keladi, Rabu (1/10/2025).
Warga Sekitar Palo Padang, Yance (47), mengatakan jalan tersebut membahayakan pengendara dan kerap menimbulkan kecelakaan. Ditambah lagi dengan kondisi jalan yang lurus menyebabkan pengguna jalan tidak dapat melihat adanya lubang besar tersebut.
“Dalam 15 hari ini sudah ada 7 korban yang jatuh di lokasi ini. Baik yang luka-luka hingga tak sadarkan diri. Kebanyakan korbannya pengendara sepeda motor. Namun juga ada mobil yang menjadi korban dan menimbulkan kemacetan panjang,” ujarnya kepada Sumbarkita saat ditemui di lokasi.
Ia menyebut, sebelumnya jalan ini sudah diperbaiki melalui tambal sulam, namun hal itu bertahan beberapa bulan dan kembali rusak.
“Lubang ini dalam dan besar, agar tidak menimbulkan korban akhirnya ditanami pohon pisang sebagai pertanda bagi pengguna jalan dan bentuk protes kepada pemerintah,” tuturnya.
Seorang pedagang Teknet (33), mengatakan, selain di kawasan Jorong Palo Padang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, jalan berlubang juga ditemuinya di Simpang 4 Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung hingga Simalidu, Kecamatan Koto Salak.
“Ada banyak titik jalan lintas sumatera yang rusak parah di Dharmasraya. Itu sudah pernah diperbaiki, namun hanya menambal bahkan hanya ditutup dengan koral, tanah atau pasir,” ujarnya
Ia berharap kondisi jalan ini menjadi perhatian pemerintah, baik kabupaten, provinsi dan Presiden Prabowo.
















