Kabarminang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya 110 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Pulau Sumatera pada Minggu, (22/9/2025). Jumlah ini menunjukkan masih tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah.
Dari data pemantauan satelit, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 69 titik. Disusul oleh Sumatera Selatan dan Riau masing-masing dengan 11 titik, serta Jambi dengan 10 titik.
Sementara itu, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing mencatat 4 titik panas, dan Bengkulu terpantau 1 titik.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan karhutla, agar tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, maupun aktivitas lainnya.
“Titik panas adalah indikator awal potensi karhutla. Kami mengimbau seluruh pihak untuk ikut mencegah dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” tulis BMKG dalam keterangannya.
BMKG akan terus melakukan pemantauan secara berkala dan menginformasikan perkembangan hotspot guna mendukung upaya mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan.
















