Kabarminang — Mawardi Roska mengundurkan diri sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pesisir Selatan. Bupati membantah membantah isu yang beredar bahwa ia meminta Mawardi mundur.
“Saya mengundurkan diri sebagai sekda sekaligus pensiun dari PNS karena pada 7 September 2025 saya genap berumur 58 tahun dan insyaallah pensiun sebagai PNS terhitung sejak 1 Oktober 2025. Aturan kepegawaian tentang umur pensiun 58 atau 60 tahun. Tanggal patokan pensiun adalah tanggal lahir dan mulai pensiun tanggal 1 bulan berikutnya berdasarkan tanggal lahir tersebut,” ujar Mawardi kepada Kabarminang.com pada Jumat (12/9) saat ditanya komentarnya tentang isu yang beredar bahwa ia diminta mundur sebagai sekda.
Mawardi mengatakan bahwa ia mengajukan permohonan untuk berhenti sebagai sekda dan sebagai PNS pada awal September 2025 karena permohonan tersebut akan diproses di Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan bahwa Mawardi masih menjabat sebagai sekda karena permohonan pengundurannya sedang diproses di BKN. Pada 1 Oktober, setelah Mawardi pensiun, kata Hendrajoni, ia akan menunjuk pelaksana tugas sekda sekitar dua bulan menjelang dilantiknya sekda definitif.
Saat ditanya komentarnya tentang tentang isu yang beredar bahwa ia meminta mundur sekda dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pesisir Selatan, Hendrajoni menyatakan bahwa hal itu tidak benar. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah meminta, apalagi memaksa para pejabat untuk mundur.
“Saya bahkan berniat baik menawarkan jabatan lain kepada Pak Mawardi karena masa baktinya masih ada dua tahun lagi. Tapi, dia memilih untuk pensiun,” ucap Hendrajoni kepada Kabarminang.com pada Minggu (14/9).
Hendrajoni mengatakan bahwa ia tidak bisa memaksa kepala OPD untuk mundur karena tidak ada aturan yang bisa memaksa kepala daerah untuk memaksa pejabat untuk mundur.
“Kalau saya paksa mereka mundur, kalau mereka tidak mau mundur, mau saya apakan mereka? Saya tidak bisa saya paksa begitu. Mereka bukan anak saya yang bisa saya paksa seperti itu. Mereka sudah tua-tua. Mana bisa saya paksa-paksa,” tuturnya.













