Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Fasilitas pendidikan ini dirancang sebagai sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan masyarakat rentan secara ekonomi.
Kepala Inspektorat Padang Pariaman, Hendra Aswara, menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan bekas tanah milik MAN Insan Cendikia yang kini dialihfungsikan untuk mendukung pembangunan sekolah. Menurutnya, langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz dengan Kementerian Sosial RI.
“Pemkab sudah menyediakan lahan 10 hektar untuk pembangunan sekolah rakyat. Progresnya sedang berjalan. Jika semua proses selesai, sertifikat tanah akan kami serahkan ke Kementerian Sosial RI,” kata Hendra, Rabu (16/7).
Pemerintah daerah menyebutkan bahwa proyek ini direncanakan akan dibiayai melalui anggaran dari Kementerian Sosial RI sebesar Rp200 miliar. Sekolah rakyat ini nantinya juga akan menerapkan sistem boarding school, siswa akan tinggal di lingkungan sekolah selama masa pendidikan.
Hendra menjelaskan bahwa kategori penerima manfaat program ini adalah masyarakat miskin ekstrem atau rumah tangga yang tergolong rentan miskin. Namun, hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai teknis seleksi siswa maupun model kurikulum yang akan diterapkan.
“Kita masih menunggu arahan dari Kementerian Sosial. Jika semua rampung, insya Allah pembangunan bisa dimulai tahun 2026,” ujar Hendra.
Meski pembangunan belum dimulai, penyediaan lahan dianggap sebagai langkah awal menuju realisasi program pendidikan bagi kelompok rentan. Namun di sisi lain, kebutuhan mendesak terhadap perbaikan fasilitas pendidikan dasar di berbagai wilayah Padang Pariaman juga masih menjadi persoalan yang belum tertangani secara merata.















