Kabarminang — Desainer muda berdarah Minang, Vonny Andria, menciptakan tenunan songket bermotif belang harimau. Ia membuat motif itu terinspirasi dari belang harimau sumatera. Karya itu memadukan keindahan tradisi songket Minangkabau dengan simbolisme harimau sumatera yang kuat.
Selain ambil bagian dalam dunia konservasi, Vonny berharap tenunan Songket yang diberi nama Balang Manarangi itu mampu bertengger di daftar lima besar motif songket unggulan di Indonesia hingga mampu membuka peluang besar untuk masuk pasar internasional.
Vonny mengatakan bahwa songket Minangkabau selama ini dikenal dengan motif geometris, flora, dan fauna yang sarat filosofi budaya. Ia belum pernah melihat songket bermotif belang harimau sumatera. Padahal, kata Vonny, harimau sumatera memiliki makna mendalam pada budaya Minang, bahkan disebut sudah mewarnai rekam jejak sejarah perjalanan hidup orang-orang terdahulu di Minangkabau yang mampu hidup berdampingan dengan harimau sumatera.
“Saya tinggal di Jakarta. Sejak usia 21 tahun saya sudah tertarik di bidang desain. Mulanya jual tas khusus perempuan. Setahun belakangan saya beralih ke wastra Minang kontemporer, khususnya songket khas Sumatera Barat. Saya keturunan Minang. Ayah saya asal Solok dan Ibu asal Bukittinggi,” kata Vonny pada Sabtu (31/5).
Menurut Vonny, dengan kekayaan alam dan budayanya yang memukau, Sumbar memiliki tradisi tenun songket yang sangat indah dan bernilai tinggi. Di tengah beragam motif yang terinspirasi dari alam dan kehidupan sosial, kata Vonny, muncul sebuah konsep tenunan yang secara khusus mengangkat keindahan dan keagungan harimau sumatera.
Vonny mengatakan bahwa Balang Manarangi lebih dari sekadar motif visual. Ia menjelaskan bahwa motif itu merupakan perwujudan filosofi mendalam tentang kekuatan, keberanian, dan pentingnya posisi harimau sumatera sebagai satwa yang berperan sebagai penyeimbang ekosistem hutan.
Untuk tahap pertama balang manarangi ini berwujud selendang, dengan sentuhan garis motif yang mengisyaratkan bentuk misai (kumis) dan cakar serta sepasang taring harimau, jalan antara kawasan pegunungan yang dilewatinya, aungan ia yang divisualkan dalam bentuk gelombang serta garis hitam yang merepresentasikan loreng hitam pada tubuh harimau.
Vonny meluncurkan motif Balang Manarangi secara eksklusif pada Jumat (30/5) di Creative Stage, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Dalam dalam pertunjukan fasion itu ia merilis selendang dan akan merilis koleksi dari delapan busana spesial bertemakan harimau sumatera asal Minangkabau berspesieskan betina, yang bernama lorenque suit.















