“Sebelumnya, HP saya rusak dan kartu SIM saya cabut lalu saya simpan karena hanya memiliki satu HP. HP tersebut saya bawa ke konter untuk diperbaiki dan prosesnya membutuhkan waktu cukup lama,” kata D pada Jumat (14/8/2026).
Setelah telepon selulernya selesai diperbaiki, D mengambil kembali perangkat tersebut dan memasang kartu SIM miliknya. Tidak lama setelah HP dinyalakan, ia menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
D mengaku awalnya tidak percaya dengan isi telepon tersebut karena penelepon menyampaikan persoalan penagihan pinjaman. Karena penasaran, ia kemudian memeriksa pesan masuk di teleponnya. Dalam SMS tersebut, terdapat informasi penagihan dari SPinjam atas nama N dengan jumlah pinjaman lebih dari Rp2 juta.
Atas informasi tersebut, D kemudian berupaya meminta klarifikasi secara langsung kepada N. Keesokan harinya, setelah kegiatan senam di sekolah, ia melihat N masuk ke dalam kelas bersama para siswa. Ia kemudian mendatangi ruangan tersebut untuk meminta penjelasan.
“Saya masuk ke kelas dan meminta agar anak-anak keluar sebentar karena ada hal yang ingin saya bicarakan dengan N. Namun, saat itu respons yang saya terima kurang baik,” ujar D.
D menyebut bahwa emosinya yang sebelumnya sudah tertahan akhirnya memuncak hingga terjadi adu mulut seperti yang terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.
Ia juga keberatan dengan rekaman yang beredar. Menurutnya, video tersebut telah dipotong dan diedit sehingga tidak menggambarkan keseluruhan kejadian.















