Selain itu, Idris mengungkapkan bahwa Lembah Batang Mangkisi Park hingga kini masih dalam tahap pembangunan. Objek wisata tersebut belum sepenuhnya rampung karena belum adanya bantuan pendanaan dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.
Menurutnya, pengembangan objek wisata ini direncanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan perekonomian masyarakat setempat sekaligus menambah destinasi wisata di Kabupaten Limapuluh Kota.
Terkait aspek keselamatan, Idris mengatakan pihak nagari telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pariwisata dan BPBD, khususnya dalam hal mitigasi bencana dan keamanan kawasan wisata. Namun, ia menyebutkan bahwa hingga saat ini koordinasi tersebut belum mendapatkan perhatian yang maksimal, terutama terkait mitigasi bencana dan pengamanan lokasi wisata. Padahal, menurutnya, masukan dan pembenahan sangat diperlukan agar objek wisata tersebut aman bagi pengunjung.
Diberitakan sebelumnya, dua anak meninggal dunia setelah tenggelam di kolam Objek Wisata Lembah Batang Mangkisi Park, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolsek Luhak, Iptu Isral Riandi, mengatakan peristiwa terjadi saat berlangsung kegiatan family gathering yang digelar oleh Club Civid Wonder Minangkabau di lokasi objek wisata tersebut.
“Kedua korban masing-masing bernama Rafa Atthalla usia 8 tahun, pelajar asal Kecamatan Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, serta Bilqis Zakira usia 11 tahun, pelajar berdomisili di Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang,” katanya.
Ia mengatakan, kedua korban segera dibawa ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Setelah pemeriksaan, pihak rumah sakit menyatakan kedua korban telah meninggal dunia. Saat ini, jenazah telah dibawa ke rumah duka,” imbuhnya.
















