Meski jumlahnya relatif rendah, keberadaan titik panas tetap perlu menjadi perhatian, terutama karena hotspot dapat menjadi indikator awal adanya potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sebaran titik panas di Sumatera berdasarkan pemantauan BMKG hingga Senin pagi tersebut yakni:
| Provinsi | Jumlah Titik Panas |
| Sumatera Selatan | 1.429 |
| Riau | 491 |
| Jambi | 437 |
| Lampung | 203 |
| Bangka Belitung | 115 |
| Aceh | 114 |
| Sumatera Utara | 64 |
| Kepulauan Riau | 53 |
| Sumatera Barat | 20 |
| Bengkulu | 19 |
| Total | 2.945 |
Tingginya jumlah titik panas di sejumlah wilayah Sumatera menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan hotspot diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan langkah antisipasi apabila terdapat indikasi kebakaran.
Sementara bagi Sumatera Barat, data 20 titik panas menunjukkan kondisi yang masih relatif terkendali dibandingkan wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran, khususnya pada kawasan yang memiliki vegetasi atau lahan yang mudah terbakar.
















