“Mulai Oktober ini kami bahkan tidak bisa lagi bekerja karena kontrak sudah tidak diperpanjang. Anggaran honorer juga sudah dipotong 20 persen. Maka hari ini kami bergerak karena ini hak kami,” tegasnya.
Para honorer menegaskan bahwa aksi mereka adalah bentuk perjuangan terakhir setelah upaya dialog yang tak kunjung membuahkan hasil.
halaman 2 dari 2
















