Kabarminang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menyiapkan sekitar 100 hektar lahan tidur untuk mendukung program penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digagas Polda Sumatera Barat bersama PT Paten Mekar Tani.
Langkah tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat menghadiri kegiatan penanaman jagung yang berlangsung di Korong Batang Gadang, Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur tersebut bertujuan untuk mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana banjir dan longsor.
Ia mengungkapkan, informasi mengenai keberadaan lahan tersebut diperoleh dari para niniak mamak yang melaporkan adanya sekitar 100 hektar lahan kaum yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Pemerintah daerah, kata dia, akan segera melakukan pengecekan lapangan sebelum dikoordinasikan dengan Polda Sumbar dan PT Paten Mekar Tani agar lahan tersebut dapat segera dioperasionalkan untuk budidaya jagung.
Berdasarkan data Pemkab Padang Pariaman, sekitar 500 hingga 600 warga kehilangan mata pencaharian pascabencana yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.
Dengan asumsi satu hektar lahan jagung mampu menyerap sekitar 20 tenaga kerja, maka pemanfaatan lahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menampung tenaga kerja yang terdampak.
“Jika satu hektar menyerap 20 orang, maka untuk 500 orang pekerja hanya membutuhkan sekitar 25 hektar lahan. Dengan potensi 100 hektar yang ada, kapasitasnya lebih dari cukup untuk pemulihan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Bupati berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak swasta melalui program tersebut dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
















