Kabarminang – Warga Balai Selasa, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang pada Sabtu (20/6/2026) malam. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekesalan warga atas kondisi jalan yang rusak dan dinilai kerap menyebabkan kecelakaan.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi AR, menyatakan pemerintah daerah memahami keresahan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut. Ia menegaskan bahwa ruas jalan dari Simpang Gudang menuju Padang Luar berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Kami sangat memahami kekhawatiran warga terkait keselamatan di jalan. Perlu kami jelaskan bahwa jalur Simpang Gudang hingga Padang Luar ini merupakan wewenang pihak provinsi,” ujar Lutfi kepada Sumbarkita, Minggu (21/6/2026).
Meski demikian, Pemkab Agam telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi agar perbaikan ruas jalan tersebut menjadi prioritas. Saat ini, proyek perbaikan jalan itu disebut telah memasuki tahap tender atau lelang untuk menentukan penyedia jasa pelaksana pekerjaan.
“Proses tender ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan. Begitu pemenang lelang ditetapkan, pengerjaan fisik di lapangan akan langsung dimulai oleh rekanan,” lanjut Lutfi.
Lutfi juga menjelaskan bahwa anggaran perbaikan jalan provinsi tersebut sebenarnya telah disiapkan sejak tahun sebelumnya melalui mekanisme penganggaran resmi pemerintah.
Di sisi lain, Pemkab Agam saat ini tengah memfokuskan anggaran sekitar Rp165 miliar yang bersumber dari dana penanggulangan bencana untuk pemulihan infrastruktur daerah, termasuk jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana alam.
“Dokumen teknis anggaran sedang kami susun kembali secara matang bersama OPD terkait sebelum masuk ke proses pemilihan penyedia jasa,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Agam menargetkan seluruh tahapan administrasi dapat rampung pada Juli 2026, sehingga pekerjaan fisik infrastruktur pascabencana dapat segera direalisasikan.
Sebelumnya, aksi warga Balai Selasa viral di media sosial setelah sejumlah warga terlihat menanam pohon pisang di jalan berlubang yang kondisinya dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Warga menyebut kerusakan jalan tersebut telah menyebabkan sejumlah pengendara terjatuh. Mereka menilai pemerintah lamban dalam melakukan perbaikan sehingga memicu aksi protes tersebut.















