Yusnimar mengaku sebagian warga bahkan belum dapat mandi sejak banjir melanda pada Senin lalu.
“Ini saja kami dari hari Senin sampai sekarang belum mandi lagi, cuma ganti baju saja. Anak-anak dan balita saja mandi dari genangan air banjir kemarin,” tuturnya.
Ia mengatakan Wali Kota Padang telah mengunjungi lokasi terdampak untuk melihat kondisi warga dan permukiman. Dalam kunjungan tersebut, berbagai kebutuhan warga telah didata. Namun hingga Rabu, bantuan air bersih yang paling dibutuhkan warga disebut belum diterima, sementara bantuan makanan dan air minum telah disalurkan.
Di tengah keterbatasan tersebut, warga tetap bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan dari tumpukan lumpur yang ditinggalkan banjir.
Warga lainnya, Nia (28), mengatakan kegiatan pembersihan telah dimulai sejak Selasa (4/8/2026) dengan menggunakan peralatan seadanya.
“Sudah mulai kami bersihkan secara bergotong royong dari kemarin dengan alat seadanya. Kalau menunggu bantuan dari petugas yang tidak seberapa yang turun ke lokasi, kapan mau bersih. Di mana mau tidur lagi. Makanya langsung kami saja yang membersihkan,” katanya.
Menurut Nia, sebagian besar lumpur yang masuk ke dalam rumah telah berhasil dikeluarkan. Namun, endapan lumpur di halaman rumah dan jalan lingkungan masih membutuhkan pembersihan lebih lanjut.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan sekitar 15 hektare sawah dan kebun milik warga yang baru ditanami kembali tertimbun material banjir.
Banjir Datang dari Arah Permukiman
Warga lainnya, Zulhendri (42), mengatakan banjir yang terjadi pada Senin merendam permukiman hingga setinggi pinggang. Sementara itu, lumpur yang masuk ke dalam rumah warga mencapai setinggi lutut.
“Banjirnya memang hanya setinggi pinggang, namun arusnya deras. Padahal sebelum kejadian itu kami sudah siaga di aliran sungai karena khawatir air kembali meluap. Kami melihat cuaca dari arah hulu sudah gelap,” katanya.
Zulhendri menuturkan warga sempat memantau kondisi sungai karena khawatir terjadi luapan air. Namun, banjir justru datang dari arah depan permukiman setelah air meluap dari aliran sungai dan mengalir melalui gang-gang menuju kawasan pemukiman.
Kondisi tersebut membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang karena derasnya arus yang datang secara tiba-tiba.
Hingga banjir merendam pemukiman. Derasnya arus membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang dari dalam rumah.
“Anak-anak digendong petugas, yang dewasa dibantu evakuasi pakai tali,” ujarnya.















