“Saya paling senang melihat penampilan yang berbeda dari biasanya. Jadi kita bisa lebih mengenal budaya yang ada di Kota Padang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nezi (23), warga Jati, Kecamatan Padang Timur. Ia menilai variasi pertunjukan membuat festival semakin menarik.
“Seru sekali karena dari awal sampai akhir penampilannya berbeda-beda. Ada tari tradisional, ada juga kesenian dari daerah lain,” kata Nezi.
Menurut Nezi, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal kebudayaan dari komunitas lain.
“Semoga kegiatan seperti ini terus ada, karena selain menghibur, kita juga jadi tahu lebih banyak tentang budaya yang ada di sekitar kita,” tuturnya.
Pengunjung lainnya, Tika, warga Parak Kopi, Kota Padang, menyoroti antusiasme masyarakat selama pertunjukan berlangsung.
“Saya lihat masyarakat cukup antusias menyaksikan penampilan. Banyak yang memperhatikan setiap pertunjukan karena memang keseniannya beragam,” kata Tika.
Menurut Tika, keberagaman pertunjukan menjadi salah satu daya tarik festival karena masyarakat dapat menyaksikan berbagai budaya dalam satu kegiatan.
“Yang menarik itu kita tidak hanya melihat satu budaya. Ada banyak penampilan dan masing-masing punya ciri khas sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ica, warga Parak Kopi, mengaku senang dapat menyaksikan langsung berbagai pertunjukan budaya dalam Padang Harmony Festival 2026.
“Saya senang bisa datang dan melihat langsung berbagai penampilan. Apalagi ada beberapa kesenian yang sebelumnya belum pernah saya lihat secara langsung,” kata Ica.
Ia berharap kegiatan tersebut terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang datang dan semakin beragam kesenian yang ditampilkan.
“Semoga ke depannya lebih ramai lagi dan semakin banyak budaya yang ditampilkan, supaya masyarakat juga semakin mengenal keberagaman yang ada di Kota Padang,” ujarnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, keberagaman kesenian yang ditampilkan mencerminkan masyarakat Kota Padang yang memiliki berbagai latar belakang budaya.
“Hari ini kita melihat berbagai macam kebudayaan yang ada di Kota Padang. Ada Tari Kuda Kepang, Tari Maena, Tari 4 Sajalan, Tari India, Tari Saman, Tari Papua dan berbagai macam kebudayaan lainnya,” kata Fadly.
Menurut Fadly, keberagaman tersebut perlu ditempatkan sebagai kekuatan dalam pembangunan Kota Padang. Ruang bagi komunitas budaya untuk tampil juga dinilai penting agar masyarakat dapat saling mengenal dan menghargai kekayaan budaya yang ada.
Selain seni dan budaya, Fadly turut menyoroti potensi gastronomi sebagai bagian dari pengembangan ekonomi Kota Padang.
Menurutnya, kekayaan kuliner yang melekat dengan budaya masyarakat memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Gastronomi menjadi tiang perekonomian Padang,” ujarnya.
Ia mengatakan, potensi gastronomi perlu dikembangkan bersama sektor ekonomi kreatif. Kekayaan kuliner, seni, dan budaya dinilai dapat menjadi bagian dari identitas Kota Padang sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pengembangan potensi tersebut juga diarahkan untuk mencapai target yang lebih luas. Fadly berharap Kota Padang dapat memperoleh posisi sebagai bagian dari jejaring kota kreatif internasional pada 2027.
“Kita berharap September tahun 2027 menjadi perwakilan Kota Kreatif internasional,” kata Fadly.
Untuk mencapai target tersebut, Fadly menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif hingga masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Padang sehingga dapat memberikan dampak terhadap pembangunan dan perekonomian daerah.
Padang Harmony Festival 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas budaya. Keberagaman pertunjukan yang disajikan menunjukkan kekayaan budaya Kota Padang sekaligus membuka ruang kolaborasi antara seni, budaya, dan ekonomi kreatif.














