“Kami mendapatkan kabar bahwa rombongan Pemkab Dharmasraya dan kader PKK menggelar bimtek di Hotel Bukittinggi pada Januari 2026 ini, sementara anggaran untuk perbaikan jalan daerah ini defisit,” tutur Syukri.
Syukri berharap gerakan swadaya yang dilakukan masyarakat dapat menjadi pesan kuat bagi para pemangku kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Semoga aksi dan pesan ini sampai ke Presiden Prabowo, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wakil Gubernur Vasko, serta Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Lubuk Besar, Burhanudin, menjelaskan bahwa jalan yang rusak tersebut merupakan jalan kabupaten. Ia menyebut bahwa jalan itu menjadi akses utama penghubung Nagari Lubuk Besar menuju pusat pemerintahan kabupaten.
“Panjang jalan dari simpang Kantor Camat Asam Jujuhan hingga ke Nagari Lubuk Besar sekitar 18 kilometer,” kata Burhanudin.
Burhanudin mengatakan bahwa sekitar 2,8 kilometer ruas jalan dari Lubuk Besar menuju Bukit Hujan telah diaspal pada masa kepemimpinan Bupati Sutan Riska. Namun, katanya, terdapat sekitar 15 kilometer jalan yang belum diaspal, dengan kondisi terparah sepanjang kurang lebih 8 kilometer.
Sebenarnya, kata Burhanudin, warga memiliki alternatif jalur lain melalui jalan perusahaan, tetapi jaraknya jauh dan memakan waktu lebih lama.
“Ada jalan PT, tetapi jaraknya jauh dan bisa menambah waktu tempuh hingga 1 sampai 3 jam menuju Kantor Camat Asam Jujuhan,” ucapnya.
















