Kabarminang – Momen bahagia berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang ayah pengantin, Dadang (58), tewas dianiaya sekelompok pemuda yang diduga mabuk saat pesta pernikahan anaknya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (4/4/2026) itu kini viral di media sosial karena dinilai sangat tragis terjadi tepat di hari bahagia keluarga korban, bahkan di hadapan tamu undangan dan pengantin yang tengah duduk di pelaminan.
Informasi dihimpun, kericuhan dipicu saat para pemuda tersebut meminta uang kepada penyelenggara hiburan untuk membeli minuman keras tambahan. Permintaan itu tidak dipenuhi sesuai keinginan mereka, sehingga memicu emosi.
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, menjelaskan bahwa korban sempat menegur para pelaku yang membuat keributan. Namun, teguran itu justru berujung pada aksi kekerasan.
“Pelaku yang tidak terima kemudian membuat keributan. Korban selaku tuan rumah menegur, namun pelaku justru emosi dan mengejar korban hingga ke halaman rumah,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/4/2026).
Di lokasi tersebut, pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan bambu dan tangan kosong. Korban dipukul pada bagian kepala belakang dan punggung hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri.
“Akibat pukulan tersebut, korban mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia,” tambahnya.
Korban sempat dilarikan ke RS Bhakti Husada, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.















