Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melakukan vaksinasi terhadap 257 ekor anjing dan kucing di Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, menyusul insiden gigitan anjing liar terhadap 10 warga pada 20-21 Agustus 2025.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, Zulkhailisman, mengatakan vaksinasi dilakukan pada Jumat (22/8) untuk mencegah penyebaran virus rabies di wilayah tersebut.
“Langkah ini untuk mengantisipasi penularan rabies, terutama dari hewan peliharaan yang berpotensi terpapar,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim vaksinasi dibantu oleh pemerintah nagari dan aparat kepolisian untuk menyosialisasikan pentingnya vaksin rabies kepada warga yang memiliki hewan peliharaan.
Diketahui, seluruh korban gigitan telah mendapat perawatan dan vaksin di Puskesmas setempat pada hari kejadian. Sementara itu, anjing liar yang menyerang warga telah dieliminasi oleh warga agar tidak menimbulkan korban tambahan.
Beberapa anjing liar lainnya yang dicurigai tertular rabies juga ikut dieliminasi sebagai langkah pencegahan.
Zulkhailisman menambahkan bahwa vaksinasi rutin terhadap hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera terus dilakukan, baik berdasarkan permintaan masyarakat maupun program rutin dari dinas terkait.
“Kasus gigitan hewan masih cukup tinggi, rata-rata mencapai 300 kasus per tahun,” ungkapnya.
Namun, ia mengakui upaya eliminasi terhadap hewan liar terkendala aturan yang berlaku, sehingga langkah pencegahan melalui vaksinasi menjadi prioritas utama.
Sebelumnya, sebanyak 10 warga di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Padang Pariaman menjadi korban gigitan anjing liar, Kamis (20/8).
Kejadian tersebut bermula ketika beberapa anak-anak sedang bermain di sekitar Korong Cubadak, tiba-tiba seekor anjing berwarna kuning menyerang dan menggigit korban bernama Wili (18). Korban yang mengalami luka gigitan dan langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.
Kemudian sekitar tiga jam setelah kejadian pertama, jumlah korban meningkat, totalnya ada 11 orang yang digigit oleh anjing liar tersebut.
Kapolsek 2×11 Enam Lingkung, Iptu Deni Kurniawan, mengatakan, kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap penyebaran penyakit rabies, mengingat anjing liar yang terlibat belum ditemukan.
“Kami segera melakukan pengejaran, namun keberadaan anjing tersebut masih belum diketahui. Untuk itu, kami bekerjasama dengan pihak terkait, termasuk camat dan dinas kesehatan, untuk melakukan langkah-langkah pencegahan,” ungkap Iptu Deni.
Ia mengatakan, Jumat (22/8), pihaknya bersama Camat 2×11 Kayu Tanam dan dinas terkait akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan penyuntikan vaksin terhadap ternak peliharaan. Kegiatan tersebut akan dilakukan di tiga titik, yakni Jorong Sakayan Paku, Laga-laga Balai Jumat, dan Pos Ronda Jorong Cubadak.
“Kami berharap dengan sosialisasi ini, masyarakat dapat lebih waspada terhadap potensi penyebaran rabies dan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap hewan peliharaan mereka,” ujarnya.
Data Korban
1. Wili Ardian (20), mengalami gigitan di kaki kanan (sudah disuntik).
2. Rivano Alfiandi (7), mengalami gigitan di pergelangan kaki kiri (sudah disuntik).
3. M. Dilan Alfaro (6), mengalami gigitan di paha kanan dan jari tengah (sudah disuntik).
4. Ramani (60 ), mengalami gigitan di pergelangan tangan kiri (sudah disuntik).
5. M. Dastian (11), mengalami gigitan di tangan (sudah disuntik.
6. Syamsidar (50), mengalami gigitan di pangkal paha kiri (sudah disuntik).
7. Jafri Jon (52), mengalami gigitan di jari telunjuk kiri yang putus (dirawat dan dioperasi di RSUD Padang Pariaman).
8. Jamal (42 ), mengalami gigitan di punggung dan pergelangan tangan kanan (sudah disuntik).
Dari 8 korban yang telah terdata, satu orang atas nama nama Jafri Jon mengalami luka para. Sementara dua korban lainnya belum tercatat dalam laporan ini, namun dipastikan telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas dan RSUD Padang Pariaman.