Ia menjelaskan, ujian TKA berlangsung selama dua hari dengan mata pelajaran yang diujikan meliputi Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian dibagi dalam empat sesi, namun sekolah hanya melaksanakan sesi kedua dan ketiga, masing-masing diikuti tujuh siswa.
Keterbatasan sarana juga menjadi kendala serius. Dari total bantuan 15 unit Chromebook yang diterima sekolah, kini hanya tersisa delapan unit. Tujuh unit lainnya dilaporkan hilang akibat pencurian dan kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Dari delapan unit yang tersisa, sebagian juga sudah tidak optimal, seperti layar yang hanya hitam dan baterai yang rusak,” jelasnya.
Pihak sekolah sebenarnya telah mengusulkan peningkatan jaringan, termasuk pemasangan BTS (Base Transceiver Station) kepada Kominfo sejak bulan Ramadan 2026. Usulan tersebut bahkan telah diteruskan ke pemerintah pusat, namun hingga pelaksanaan ujian, kendala jaringan belum juga teratasi.
Sebelumnya, pada tahun 2024, siswa sempat menumpang ujian di UPTD SMPN 2 Kapur IX. Namun, jarak yang mencapai 25 kilometer dengan akses jalan tanah membuat opsi tersebut tidak lagi memungkinkan karena harus menginap dan membutuhkan biaya tambahan.
Dengan kondisi tersebut, sekolah memilih tetap melaksanakan ujian di perbukitan sejak 2024 hingga sekarang.
Selama tiga tahun terakhir, pelaksanaan ujian di SMPN 4 Kapur IX masih dihadapkan pada persoalan klasik berupa keterbatasan jaringan dan minimnya sarana pendukung.















