Di salah satu lokasi bahkan muncul keterangan mengenai hasil tambang yang disebut mencapai sedikitnya Rp300 juta dalam sepekan. Angka tersebut merupakan keterangan informan kepada Sumbarkita dan belum disertai dokumen transaksi atau catatan keuangan yang dapat memverifikasinya.
Informasi lain yang diperoleh menyebut adanya pembagian hasil antara pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas pertambangan. Namun, keterangan mengenai komposisi pembagian tersebut juga masih bersumber dari informan dan menjadi bagian yang akan ditelusuri lebih lanjut.
Di sinilah keberadaan ekskavator menjadi penting. Alat berat tersebut bukan hanya meninggalkan jejak di tanah, tetapi juga dapat menjadi petunjuk untuk mengurai bagaimana aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan itu berjalan, siapa saja yang terlibat, serta bagaimana alat berat dapat didatangkan ke lokasi yang begitu terpencil.
Sebab, jika menuju lokasi saja membutuhkan sekitar sembilan jam berjalan kaki setelah sepeda motor ditinggalkan, maka pertanyaan tentang perjalanan sebuah ekskavator menuju tempat yang sama menjadi jauh lebih besar.
Siapa yang membuka jalannya? Dari mana alat berat itu datang? Dan siapa yang menggerakkannya hingga ke jantung kawasan hutan?
Pertanyaan tersebut kini menjadi bagian dari penelusuran Sumbarkita terhadap aktivitas tambang ilegal di sejumlah kawasan hutan Solok Selatan.
Di balik pepohonan dan jauhnya lokasi dari permukiman, ekskavator disebut terus mengeruk tanah demi menemukan emas. Bagi warga, perjalanan menuju lokasi mungkin ditempuh dengan berjalan kaki selama berjam-jam. Tetapi bagi alat berat itu, seseorang harus terlebih dahulu menemukan cara agar mesin sebesar itu dapat menembus hutan.
Dan di situlah jejak berikutnya bermula.
Sumbarkita masih menelusuri jalur masuk alat berat, pihak yang menggunakan ekskavator, serta rangkaian aktivitas di balik tambang ilegal yang disebut berlangsung di sejumlah kawasan hutan Solok Selatan. Penelusuran dilakukan berdasarkan keterangan warga dan sumber lapangan, dengan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk melengkapi informasi dan menjaga keberimbangan pemberitaan. Informasi berikutnya akan disampaikan pada berita selanjutnya.


















