Kabarminang – Banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 28 November 2025 tidak hanya menimbulkan genangan di permukiman warga, tetapi juga memicu kerusakan serius pada kondisi sungai dan jaringan irigasi di sejumlah wilayah.
Derasnya arus air saat kejadian menyebabkan perubahan alur sungai, pengikisan tebing, hingga pendangkalan akibat endapan material banjir berupa pasir, lumpur, kayu, dan bebatuan.
Salah satu yang terdampak ialah aliran Sungai Batang Kuranji hingga kawasan Batu Busuk. Sejumlah aliran sungai lain di Kota Padang juga mengalami perubahan alur dan pendangkalan pascabanjir bandang.
Beberapa minggu setelah hujan ekstrem berhenti, kondisi Sungai Batang Kuranji justru terlihat alirannya menipis, dangkal, bahkan memperlihatkan batu-batu di dasarnya.
Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Dian Fiantis, M.Sc, menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan respons alami daerah aliran sungai (DAS) terhadap hujan ekstrem yang diikuti melemahnya simpanan air tanah.
“Kondisi tersebut merupakan respons alami daerah aliran sungai (DAS) terhadap hujan ekstrem yang diikuti melemahnya simpanan air tanah,” katanya, dikutip dari laman unand.ac.id
Ia menyebut, berdasarkan data Global Precipitation Measurement Integrated Multi-Satellite Retrievals for GPM (GPM IMERG), curah hujan di hulu Batang Kuranji pada 19–25 November 2025 tercatat melampaui 500 milimeter, disusul hujan sekitar 190 milimeter dalam dua hari berikutnya.
“Dalam hidrologi, hujan sebesar ini membuat tanah di hulu jenuh total. Pori-pori tanah yang biasanya menyimpan air tidak lagi mampu bekerja optimal sehingga air berubah menjadi limpasan permukaan dan memicu banjir bandang,” kata dia.
Menurutnya, hujan ekstrem itu membawa sedimen halus dan kasar dari kawasan hulu ke alur sungai dan mengendap di bagian tengah hingga hilir. Endapan tersebut menyebabkan pendangkalan dasar sungai hingga satu sampai dua meter. Namun, setelah hujan berhenti, sungai justru kehilangan pasokan air dari bawah permukaan.
















