Kabarminang – Sukokopi hadir di Kota Padang dengan mengusung konsep kedai kopi Minang yang mengangkat nilai dan filosofi budaya lokal. Brand kopi ini pertama kali beroperasi pada 2016 di Jakarta, sebelum akhirnya memperluas jaringan ke Sumatera Barat.
Founder Sukokopi menjelaskan, pendekatan budaya diwujudkan melalui penggunaan istilah Minangkabau sebagai nama menu kopi, seperti kamanakan, kamek, marapulai, padusi, bujang, dan gadih. Penamaan tersebut dirancang sebagai identitas usaha sekaligus sarana memperkenalkan budaya Minangkabau kepada para pelanggan.
“Penamaan menu ini diambil karena kami ingin mengenalkan kopi lewat filosofi Minang, sekaligus memperkenalkan kopi khas Minangkabau,” ujar Founder Sukokopi kepada Sumbarkita, Jumat (3/1/2026).
Melalui konsep tersebut, Sukokopi berupaya menampilkan kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari budaya lokal yang dapat dinikmati dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sekaligus memperkuat identitas Sukokopi sebagai kedai kopi Minang di Kota Padang.
Selain mengedepankan nilai budaya, Sukokopi juga menyajikan dendeng kariang sebagai menu pendamping utama. Kuliner khas Minangkabau ini dihadirkan untuk melengkapi pengalaman menikmati kopi dengan cita rasa lokal.
“Saat ini, Sukokopi berada di Kota Padang tercatat memiliki dua gerai yang sama-sama berada di wilayah Kecamatan Padang Timur dan di pusat Kota Pekanbaru di jalan Sumatera, dengan jam operasional yang disesuaikan untuk melayani pelanggan setiap hari,” tuturnya.
Gerai Sukokopi di Padang berlokasi di Jalan Jati I No.1, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, dan buka setiap hari pukul 09.00 hingga 23.00 WIB. Sementara gerai kedua berada di Jalan Dr. Sutomo No.84, Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, dengan jam operasional Minggu hingga Jumat pukul 08.00–24.00 WIB, serta Sabtu pukul 09.00–02.00 WIB.
Selain itu, Sukokopi juga akan membuka gerai baru di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), tepatnya di ruang tunggu keberangkatan lantai 2, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Sabtu (3/1/2026).
Tak hanya menghadirkan konsep budaya, Sukokopi juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat kopi. Founder Sukokopi menyebutkan, kopi memiliki fungsi sebagai aromaterapi yang baik bagi penderita stroke, dapat dimanfaatkan dalam perawatan kulit, serta membantu melancarkan peredaran darah.
“Kopi juga diyakini mampu menurunkan berbagai risiko penyakit,” katanya.
Dengan menggabungkan konsep budaya dan edukasi, Sukokopi diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kopi sekaligus mengenal nilai-nilai Minangkabau. Brand lokal ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari generasi baby boomers hingga generasi Z.












