Ia mengatakan bahwa awalnya dana pokirnya itu akan digunakan untuk kegiatan di Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Pesisir Selatan.
Sebelumnya diberitakan bahwa siswa kelas II, III, dan V di SD Negeri 31 Kampung Tanjung belajar tanpa kursi dan meja. Kondisi tersebut sudah terjadi lebih dari setahun.
TP, wali murid SD tersebut, yang enggan menyebutkan nama panjangnya, menceritakan bahwa kursi dan meja di kelas II, III, dan V itu tidak ada karena hanyut dibawa banjir besar yang melanda Tarusan pada Maret 2024. Ia mengatakan bahwa saat itu banjir menggenangi SD tersebut hingga atap.
“Akibat tidak adanya bangku dan meja, siswa kurang maksimal dalam belajar karena tidak nyaman, juga sulit mencatat sebab tidak ada meja,” ucap TP kepada Kabarminang.com pada Kamis (17/7).
TP mengatakan bahwa sejumlah wali murid menyiasati ketiadaan meja dengan membeli meja lipat seharga sekitar Rp80 ribu agar anak mereka bisa menulis di meja meski duduk di lantai. Namun, kata TP, tidak semua wali murid yang mampu untuk membeli meja tersebut.
“Anak yang tidak dibelikan meja lipat oleh orang tuanya menulis di lantai atau menumpang di meja temannya,” tutur TP.
TP dan wali murid lainnya sudah bertanya kepada penyelenggara SD Negeri 31 Kampung Tanjung mengapa hingga kini sekolah tidak kunjung membeli kursi dan bangku. TP menyebut bahwa penyelenggara sekolah menjawab bahwa pihaknya sudah melaporkan hal itu ke Dinas Pendidikan Pesisir Selatan.
“Kata pihak sekolah, mereka menunggu tanggapan Dinas Pendidikan,” ucapnya.













