Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumbarkita, keempat korban tersebut masing-masing bernama Rafli Irfan (25 tahun), Defriadi (43 tahun), Zulpad Rianto (42 tahun), dan Firmandani (25 tahun). Mereka merupakan warga di wilayah Nagari Lubuk Gadang dan sekitarnya.
Kepala Polres Solok Selatan, AKBP Andreanaldo Ademi, mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, saat peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/10/2026) terdapat lebih dari empat orang yang sedang mendulang emas secara manual di sungai di sekitar tebing bukit. Saat para penambang bekerja, katanya, longsor terjadi secara tiba-tiba dan menimbun empat orang yang berada di lokasi. Sementara itu, beberapa orang lainnya yang selamat berupaya keluar dari kawasan tersebut untuk mencari pertolongan.
Andreanaldo menjelaskan bahwa lokasi aktivitas mendulang emas tersebut cukup jauh dari permukiman warga. Ia menyebut bahwa hal itu membuat orang-orang yang selamat membutuhkan waktu cukup lama untuk keluar dari kawasan tersebut sebelum meminta bantuan.
Pihaknya baru menerima informasi mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah memperoleh informasi, kata Andreanaldo, petugas bersama keluarga korban kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Karena jaraknya jauh, mereka baru sampai dan meminta bantuan sekitar pukul sepuluh malam. Setelah itu, petugas bersama keluarga korban melakukan evakuasi,” tutur Andreanaldo.
Dari proses evakuasi tersebut, kata Andreanaldo, empat orang yang tertimbun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ia menyebut bahwa keempat korban masing-masing bernama Rafli Irfan, Defriadi, Zulpad Rianto, dan Firmandani.
Ia menginformasikan bahwa Rafli Irfan merupakan warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang; Defriadi merupakan warga Jorong Kampung Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara; Zulpad Rianto dan Firmandani merupakan warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur.
Andreanaldo menuturkan bahwa para korban mendulang emas secara manual dan tidak menggunakan ekskavator.





















