Ia juga mengeluhkan bahwa tenaga honorer yang diusulkan saat ini tidak masuk tenaga honorer kategori 2. Berdasarkan informasi yang ia terima, katanya, honorer kategori dua merupakan tenaga honorer yang diprioritaskan untuk ikut seleksi PPPK.
“Pada tahun 2022, semua tenaga honorer kategori 2 sudah memasukkan data ke BKN. Sekarang, berdasrakan informasi yang kami terima, yang diusulkan saat ini malah tidak masuk tenaga honorer kategori 2. Yang masuk prioritas adalah kerabat dari pejabat di Asrama Haji Padang dan sudah lulus tahap satu, sementara kami tidak lulus,” tutur Budi.
Ia berharap pihak berwenang, seperti Kepala UPT Asrama Haji, kepala bagian, dan pejabat lainnya menjalankan seleksi PPPK sesuai dengan prosedurnya.
Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Padang, Afrizen, membantah adanya permainan orang dalam seleksi PPPK di instansi yang ia pimpin. Menurutnya, penyeleksian sudah berjalan sesuai dengan prosedur.
“Kami mengusulkan semua PPPK dan semuanya ujian dan sesuai dengan aturan dari pusat. Bisa dilihat datanya nanti,” ucap Afrizen, Sabtu (27/4).
Ia menyatakan bahwa dirinya tidak akan menutup-nutuipi seleksi tersebut dan tidak akan menzalimi peserta PPPK.
“Kami tidak bisa melakukan manipulasi data, tidak bisa disisipkan namanya. Aturannya jelas,” katanya.
















