Pada kesempatan itu, Rida turut memaparkan sejumlah indikator makro daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh pada 2024 sebesar 4,53 persen.
“Angka kemiskinan tahun 2025 turun menjadi 4,95 persen dari 5,19 persen pada 2024 dan lebih rendah dari rata-rata provinsi,” katanya.
Selain itu, Rida menyampaikan sejumlah persoalan di Kecamatan Payakumbuh Timur, seperti 740 kepala keluarga (KK) pada desil 1, 54 balita stunting, 801 keluarga berisiko stunting, 12 KK belum memiliki akses air minum layak, serta 53 KK belum memiliki jamban sehat.
“Data ini harus segera diintervensi oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan,” ujarnya.
Ia juga menyebut Musrenbang terintegrasi dengan rembug stunting, sementara prevalensi stunting Kota Payakumbuh pada 2024 masih berada pada angka 16,4 persen.
Selain isu sosial, Pemko Payakumbuh juga mendorong pengembangan UMKM, optimalisasi potensi pertanian, peningkatan layanan publik melalui PATEN, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Kami mengajak masyarakat memilah sampah, mengolah kompos, dan membangun budaya hidup minim sampah,” kata Rida.
Ia menambahkan pemerintah daerah terus mengupayakan pembangunan kembali pusat pertokoan Payakumbuh yang terbakar untuk memperkuat pergerakan ekonomi daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hurisna Jamhur menyampaikan sejumlah aspirasi prioritas masyarakat yang masuk melalui Musrenbang kelurahan dan reses anggota DPRD.
“Aspirasi prioritas masyarakat antara lain normalisasi Sungai Batang Agam dan Batang Sikali guna mencegah banjir dan melindungi lahan pertanian,” katanya.
Selain itu, Hurisna juga menyoroti kebutuhan pembangunan kantor camat yang lebih representatif.
“Kami juga mendorong pengadaan lahan dan pembangunan kantor camat yang representatif untuk meningkatkan pelayanan publik,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah Pemko Payakumbuh yang mengalokasikan honorarium lembaga kemasyarakatan kelurahan melalui APBD, seperti LPM, PKK, RW, dan RT.
Namun, ia mengingatkan agar usulan program benar-benar diprioritaskan pada kegiatan yang berdampak luas, terutama di tengah pengurangan transfer ke daerah.
“Di tengah pengurangan transfer ke daerah, kami mendorong agar setiap usulan benar-benar diprioritaskan pada program yang berdampak luas bagi masyarakat dan menghindari pemborosan anggaran,” terangnya.
Sementara itu, Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan mengajak masyarakat memperkuat kolaborasi pembangunan.
“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Mari kita jaga komunikasi dan bekerja sama agar Payakumbuh Timur semakin baik,” pungkasnya.
















