Kabarminang – Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, tampil sebagai mentor dalam seminar rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Gedung Graha Wisesa, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, Senin (4/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Rida membimbing Kepala Dinas Lingkungan Hidup Delni Putra dan Kepala Dinas Pendidikan Nalfira yang mempresentasikan gagasan inovatif di hadapan tim penguji.
Rida menyampaikan bahwa kedua proyek perubahan yang diusung selaras dengan visi Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam menghadirkan pemerintahan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kita sangat berharap implementasi kedua proyek perubahan ini bermanfaat bagi masyarakat Kota Payakumbuh,” ujar Rida.
Ia menegaskan, peningkatan kompetensi manajerial melalui PKN Tingkat II bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, kemampuan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk inovasi pelayanan publik yang lebih berkualitas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Nalfira memperkenalkan program Kelas Bernalar, sebuah strategi untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa Sekolah Dasar di Kota Payakumbuh.
Sementara itu, Delni Putra mengusung pendekatan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang bertujuan mendorong kemandirian masyarakat sekaligus mengurangi beban lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Rida menyatakan dukungan penuh terhadap kedua inisiatif tersebut. Ia menilai peningkatan literasi dan numerasi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, pengelolaan sampah dari hulu dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat.
PKN Tingkat II sendiri berlangsung pada 2 Maret hingga 12 Juli 2026 dan diikuti oleh Pejabat Tinggi Pratama dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Pelatihan ini mengangkat tema Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Organisasi Publik yang Resilien Melalui Manajemen Risiko dan Inovasi Pelayanan Publik, sebagai upaya menjawab tantangan birokrasi modern yang dituntut lebih adaptif dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
















