Andri menginformasikan bahwa mobil tersebut dikemudikan oleh Amirudin (59 tahun), warga Kampung Bukit Putus Luar, Nagari Punggasan Utara, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan. Ia menyebut bahwa mobil itu membawa 20 ibu-ibu majelis taklim untuk menghadiri acara dakwah wisata Badan Kontak Majelis Taklim di Pantai Sago, Kecamatan IV Jurai.
Perihal kecelakaan itu, Andri menceritakan bahwa bahwa mobil itu datang dari arah Air Haji menuju arah Painan. Sesampainya di tanjakan Bukit Pulai, kata Andri, odong-odong itu berusaha mendahului sebuah truk dari sisi kiri. Ketika mobil itu berada di ruas kiri jalan di tengah tanjakan, tenaga mesinnya tidak kuat untuk menanjak sehingga membuat kendaraan itu mundur dan kehilangan kendali ke sisi kiri jalan.
“Saat kendaraan mundur, salah seorang penumpang melompat dari mobil hingga terjatuh dalam posisi telentang di tepi kiri jalan,” ujar Andri.
Andri mengutarakan bahwa penumpang yang melompat itu bernama Resmiweri. Akibat melompat, Resmiweri mengalami luka memar dan robek pada bagian belakang kepala serta memar di pelipis mata kanan.
“Korban tidak sadarkan diri,” ucap Andri.
Sementara itu, kata Andri, odong-odong itu terus mundur sampai bagian belakang mobil tersebut membentur dinding bukit. Akibatnya, dua penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Andri menginformasikan bahwa kedua penumpang itu masing-masing bernama Emidawati dan Lenida Erlima. Ia mengatakan bahwa Emidawati mengalami pembengkakan pada kening, sedangkan Lenida Erlima mengalami luka lecet dan memar pada tangan serta bahu.
Andri mengatakan bahwa ketiga korban dibawa ke RSUD M. Zein Painan.





















