Kabarminang – Seekor anak kerbau berusia sekitar enam bulan ditemukan mati setelah diterkam harimau di kawasan Kampeh Mudiak, Jorong Matua Katik, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, pada Jumat (30/10/2026) dini hari.
Camat Matur, M. Noviardi Ismail, mengatakan, ternak tersebut tidak dimasukkan pemiliknya ke dalam kandang.
“Anak kerbau milik warga itu tidak berada di dalam kandang pada malam hari, dan pagi harinya ditemukan sudah mati. Dari tanda-tanda luka yang ditemukan warga memang bekas terkaman harimau, kondisi tubuhnya masih utuh,” ujarnya.
Ia melanjutkan, kemunculan harimau tersebut diduga kuat berkaitan dengan pergerakan satwa liar di daerah tetangga yang memiliki akses geografis langsung.
“Peristiwa ini diperkirakan ada hubungannya dengan penampakan harimau di wilayah Palupuh beberapa waktu lalu karena lokasinya berbatasan langsung dengan Matur. Matur dan daerah sekitarnya diyakini masih menjadi bagian dari kawasan jelajah serta jalur lintasan alami harimau Sumatra,” katanya.
Ia mengimbau seluruh masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area perkebunan. Selain itu, ia juga mengingatkan para pemilik ternak untuk memasukkan hewan peliharaan ke dalam kandang pada malam hari.
Ia melanjutkan, pihak kecamatan bersama unsur terkait masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Ia menyebut, pihaknya juga terus berkoordinasi secara intensif dengan instansi berwenang untuk mengantisipasi potensi kemunculan satwa tersebut di sekitar permukiman penduduk.
Ia melanjutkan, peristiwa penyerangan ternak oleh harimau di wilayah tersebut juga pernah terjadi pada 2025. Ketika itu, seekor anjing peliharaan warga dimangsa.





















