Kabarminang.com – Kenaikan harga santan akibat langkanya kelapa berdampak langsung pada biaya produksi rumah makan di Kota Padang. Pasalnya, sebagian besar menu yang disajikan di rumah makan, khususnya jenis Ampera, mengandalkan santan sebagai bahan utama dalam olahan gulai.
Diberitakan sebelumnya, harga santan di Pasar Raya Padang kini mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp15.000–Rp16.000 per kilogram. Sementara untuk santan murni tanpa campuran, harganya bahkan menembus Rp35.000 per kilogram.
Nurman, staf administrasi di Rumah Makan Lamun Ombak, mengatakan bahwa kenaikan harga santan berdampak pada naiknya harga jual nasi bungkus di rumah makan tersebut.
“Karena santan naik hampir 100 persen, otomatis biaya produksi ikut naik. Waktu puasa dan Lebaran kemarin harga cabai juga sempat naik 30–40 persen. Kami sudah menaikkan harga sebelum puasa dan sekarang naik lagi,” ujarnya.
Harga satu bungkus nasi yang sebelumnya Rp23.000 kini naik menjadi Rp25.000, sementara harga lauk saja berkisar antara Rp18.000 hingga Rp20.000.
“Segmen konsumen kami kebanyakan dari luar daerah, jadi meski ada penurunan sekitar 10 persen, dampaknya tidak terlalu signifikan. Kami juga sudah informasikan kenaikan harga ini lewat media sosial,” tambahnya.
Meski kelapa semakin sulit ditemukan, Rumah Makan Lamun Ombak mengaku tidak terlalu kesulitan karena telah memiliki pemasok tetap. Namun, mereka harus membeli kelapa dalam jumlah besar untuk menjaga stok, sekitar 500 butir untuk kebutuhan tiga hari.
















