Hendri menilai perbaikan dilakukan karena kondisi rumah dinas yang ditempati bupati saat ini rusak parah. Ia menyebut rumah itu awalnya merupakan rumah dinas wakil bupati dan belum pernah direnovasi lagi sejak masa kepemimpinan Gamawan Fauzi.
“Rumah dinas yang ditempati bupati sekarang kondisinya sangat parah karena sudah lama tidak diperbaiki. Terakhir direnovasi itu sejak zaman Pak Gamawan, sehingga kami memanfaatkan anggaran ini untuk pembenahan,” ucapnya.
Ia melanjutkan, untuk rincian teknis yang lebih mendalam, ia mengarahkan agar mengonfirmasinya kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
“Intinya ini anggaran gabungan renovasi total interior dan perbaikan menyeluruh sistem air bersih. Penjelasan lebih detail mengenai spesifikasinya bisa dikonfirmasi lagi ke kantor atau melalui PPTK,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim Sumbarkita masih berupaya meminta keterangan lebih lanjut kepada pihak terkait. Informasi selanjutnya akan disampaikan pada pemberitaan berikutnya















