Harison menegaskan bahwa transformasi bangunan industri bersejarah menjadi akomodasi pariwisata berkelas akan menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
”Pengembangan hotel cagar budaya berbasis industri ini secara otomatis akan mendongkrak perekonomian masyarakat lokal,” ujar Harison.
Lebih lanjut Harison menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMN untuk mewujudkan integrasi layanan kereta api dengan kawasan pariwisata tersebut.
”Kita perlu menyinergikan konektivitas angkutan rel dengan potensi destinasi heritage agar dampaknya langsung dirasakan oleh sektor pariwisata,” ucap Harison.
Harison menyimpulkan bahwa kombinasi antara efisiensi logistik daerah dan inovasi pariwisata ikonik akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing Sumbar pada masa depan.
















