Kabarminang – Kualitas udara di Kota Padang, Sumatera Barat, berada dalam kategori tidak sehat pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Kondisi itu ditandai dengan Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) yang tercatat 178.
Data tersebut dilihat melalui laman IQAir. Berdasarkan data yang ditampilkan, polutan utama di udara Padang adalah PM2.5 dengan konsentrasi 94 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Pada waktu yang sama, suhu udara di Kota Padang tercatat 26 derajat Celsius. Kecepatan angin berada pada 5 kilometer per jam, sedangkan kelembapan udara mencapai 84 persen.
Data itu juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 saat ini mencapai 18,8 kali nilai panduan tahunan PM2.5 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).
Kondisi kualitas udara tersebut diperkirakan membaik secara bertahap sepanjang Sabtu. Berdasarkan prakiraan per jam, AQI Padang diprediksi turun menjadi 171 pada pukul 08.00 WIB dan 163 pada pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya, AQI diperkirakan berada di angka 155 pada pukul 10.00 WIB, 146 pada pukul 11.00 WIB, dan 137 pada pukul 12.00 WIB. Pada pukul 13.00 WIB, indeks kualitas udara diprediksi kembali turun menjadi 128.
Penurunan diperkirakan berlanjut pada sore hari. AQI Padang diprediksi berada di angka 119 pada pukul 14.00 WIB, 111 pada pukul 15.00 WIB, dan 102 pada pukul 16.00 WIB. Kemudian, memasuki petang hingga malam, AQI diperkirakan turun menjadi 94 pada pukul 17.00 WIB, 85 pada pukul 18.00 WIB, 78 pada pukul 19.00 WIB, dan 76 pada pukul 20.00 WIB.
Dalam prakiraan harian, AQI Padang diprakirakan 67 pada Minggu (25/10/2026), 43 pada Senin (26/10/2026), 43 pada Selasa (27/10/2026), 54 pada Rabu (28/10/2026), 54 pada Kamis (29/10/2026), dan 52 pada Jumat (30/10/2026).
Diketahui, penurunan kualitas udara di Kota Padang telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas belajar sehingga pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada 19–21 Oktober 2026.

















