Sabtu, November 7, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Politik

PUSaKO UNAND Tolak Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD

Redaksi
Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:20
in Politik
Ilustrasi DPRD memilih kepala daerah. Ilustrasi: AI

Ilustrasi DPRD memilih kepala daerah. Ilustrasi: AI

Share on FacebookShare on Twitter

Lebih jauh lagi, kata Ichsan, sejarah pemilihan kepala daerah di Indonesia memberikan pelajaran berharga yang tidak boleh dilupakan. Pada periode 1999 hingga 2004, kata Ichsan, ketika kepala daerah dipilih oleh DPRD, Indonesia mengalami praktik korupsi sistemik yang melibatkan anggota dewan dan kepala daerah secara masif. Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri, kata Ichsan, lebih dari 3.169 anggota DPRD terlibat dalam kasus korupsi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Selain itu, katanya, Indonesia Corruption Watch mencatat bahwa dari total 239 kasus korupsi yang muncul pada 2004, 102 kasus melibatkan anggota DPRD, menempatkan DPRD sebagai aktor korupsi terbesar.

“Pemilihan kepala daerah secara langsung yang dimulai sejak tahun 2004 justru hadir sebagai respons dan koreksi atas kegagalan sistem pemilihan melalui DPRD,” ujar Ichsan.

Selain itu, kata Ichsan, PUSaKO menyoroti bahwa wacana pilkada melalui DPRD bertentangan dengan semangat otonomi daerah dan demokratisasi yang telah dibangun sejak era reformasi. Ia menyebut bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dengan tegas menempatkan DPRD dan kepala daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang diberi mandat rakyat secara sejajar.

“Keduanya sama-sama dipilih oleh rakyat melalui mekanisme demokratis, sehingga tidak ada yang lebih tinggi kedudukannya. DPRD memiliki fungsi pembentukan peraturan daerah, anggaran, dan pengawasan, sedangkan kepala daerah melaksanakan fungsi pelaksanaan atas peraturan daerah dan kebijakan daerah. Sistem checks and balances ini hanya dapat berfungsi dengan baik apabila keduanya memiliki legitimasi yang setara dari rakyat. Jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka keseimbangan ini akan terganggu karena kepala daerah akan berada dalam posisi yang lebih lemah dan tergantung kepada DPRD,” tutur Ichsan.

Atas dasar semua pertimbangan tersebut, kata Ichsan, PUSaKO mendorong semua pihak untuk mempertahankan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat sebagai implementasi konkret kedaulatan rakyat dan prinsip demokrasi yang telah diamanatkan dalam UUD NRI 1945; kedua, menolak dalih efisiensi anggaran sebagai alasan untuk mencabut hak konstitusional rakyat dalam memilih pemimpinnya secara langsung, karena biaya demokrasi adalah investasi untuk menjaga legitimasi dan akuntabilitas kepemimpinan; ketiga, mendorong reformasi sistem politik yang menyeluruh, terutama dalam hal tata kelola internal partai politik, demokratisasi proses pencalonan, penguatan sistem kaderisasi berjenjang, dan desentralisasi struktur partai agar lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat di daerah; keempat, untuk memperkuat penyelenggaraan pilkada langsung melalui peningkatan kapasitas penyelenggara pemilu, pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik money politics, penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran pemilu, serta peningkatan literasi politik masyarakat; kelima, memastikan bahwa DPRD dan kepala daerah tetap memiliki legitimasi demokratis yang setara melalui pemilihan langsung oleh rakyat, sehingga sistem checks and balances dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat berjalan dengan efektif; keenam, mendesak DPR RI dan Pemerintah untuk segera merevisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dalam rangka melaksanakan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024, dengan tetap mempertahankan mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat dan memastikan desain pemilu serentak nasional dan daerah yang terpisah dapat terlaksana dengan baik mulai tahun 2029.

“Pengalaman sejarah Indonesia telah membuktikan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD melahirkan praktik korupsi sistemik, politik transaksional, dan lemahnya akuntabilitas kepala daerah kepada rakyat. Pilkada langsung yang telah berjalan sejak tahun 2004 merupakan capaian penting dalam proses demokratisasi Indonesia yang tidak boleh dikorbankan atas nama efisiensi semata. Kedaulatan rakyat adalah prinsip fundamental yang termuat dalam Konstitusi Republik Indonesia, dan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung adalah manifestasi konkret dari kedaulatan tersebut,” kata Ichsan.

 


halaman 2 dari 2
Prev12
Tags: demokrasi Indonesiademokrasi lokal IndonesiaFakultas Hukum Universitas Andalasisu pilkada nasionalkedaulatan rakyat UUD 1945korupsi DPRD pilkada tidak langsungMahkamah Konstitusi pilkadaotonomi daerah dan demokrasipemilihan kepala daerah langsungpemilu dan pilkada 2029penolakan pilkada melalui DPRDpilkada dan konstitusipilkada langsung oleh rakyatPUSaKO tolak pilkada tidak langsungPUSaKO UNANDputusan MK pilkada 2024reformasi politik Indonesiasistem pemilu Indonesiawacana pilkada DPRD 2025
ShareTweetPin

Berita Terkait

Viral Video Budi Arie Singgung Percepatan Sebelum 2029, Ada Jokowi di Sampingnya

Viral Video Budi Arie Singgung Percepatan Sebelum 2029, Ada Jokowi di Sampingnya

26 Agustus 2026
Masa Depan Politik Mahyeldi Pascagubernur, Pengamat: Peluang Jadi Menteri Masih Kecil

Masa Depan Politik Mahyeldi Pascagubernur, Pengamat: Peluang Jadi Menteri Masih Kecil

18 Agustus 2026
Pengamat Sebut Sejumlah Figur PKS Ini Berpotensi Maju di Pilgub Sumbar 2029

Pengamat Sebut Sejumlah Figur PKS Ini Berpotensi Maju di Pilgub Sumbar 2029

18 Agustus 2026
Akankah PKS Kembali Dominan di Sumbar pada Pemilu 2029? Ini Kata Pengamat

Akankah PKS Kembali Dominan di Sumbar pada Pemilu 2029? Ini Kata Pengamat

17 Agustus 2026
Pengamat: PKS Berpotensi Gaet Fadly Amran ketimbang Vasco pada Pilgub Sumbar 2029

Jelang Pilgub Sumbar 2029: Adu Kuat Karakter dan Modal Politik Fadly Amran vs Vasco Ruseimy

17 Agustus 2026
Pengamat: PKS Berpotensi Gaet Fadly Amran ketimbang Vasco pada Pilgub Sumbar 2029

Pengamat: PKS Berpotensi Gaet Fadly Amran ketimbang Vasco pada Pilgub Sumbar 2029

17 Agustus 2026
Next Post
Claudia Gadis Pesisir Selatan Penderita Tumor di Tulang Punggung Dioperasi 10 Jam

Claudia Gadis Pesisir Selatan Penderita Tumor di Tulang Punggung Dioperasi 10 Jam

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

5 Perusahaan Travel Umrah di Sumbar Tak Berizin Berangkatkan Jemaah, Ini Nama-Namanya

5 Perusahaan Travel Umrah di Sumbar Tak Berizin Berangkatkan Jemaah, Ini Nama-Namanya

3 November 2026

Sepasang Kekasih di Sijunjung Digerebek Warga, Pria 18 Tahun Bersembunyi di Bawah Kasur

Sepasang Kekasih di Sijunjung Digerebek Warga, Pria 18 Tahun Bersembunyi di Bawah Kasur

1 November 2026

Tidur Bertiga Seranjang, Pria di Agam Setubuhi Anak Kandung Saat Istri Terlelap

Tidur Bertiga Seranjang, Pria di Agam Setubuhi Anak Kandung Saat Istri Terlelap

30 Oktober 2026

Lewat Jam Bertamu, Sepasang Mahasiswa di Padang Digerebek Warga dan Didenda 15 Sak Semen

Lewat Jam Bertamu, Sepasang Mahasiswa di Padang Digerebek Warga dan Didenda 15 Sak Semen

2 November 2026

Butuh Uang Bayar Kos, PSK di Tanah Datar Minta Carikan Pelanggan, Muncikarinya Ditangkap

Butuh Uang Bayar Kos, PSK di Tanah Datar Minta Carikan Pelanggan, Muncikarinya Ditangkap

1 November 2026

Polres Pariaman Tangkap Pemilik Akun Salman Chan atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Polres Pariaman Tangkap Pemilik Akun Salman Chan atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

4 November 2026

Rumah Lansia di Tanah Datar Dibobol Maling, Uang dan Emas Senilai Rp45 Juta Raib

Rumah Lansia di Tanah Datar Dibobol Maling, Uang dan Emas Senilai Rp45 Juta Raib

2 November 2026

Berita Terkini

Pria Lansia Tukang Pijat di Pesisir Selatan Cabuli Anak Keluarga Pasien, Korban Usia 11 Tahun

Pria Lansia Tukang Pijat di Pesisir Selatan Cabuli Anak Keluarga Pasien, Korban Usia 11 Tahun

6 November 2026

Bunga Sangat Langka Rafflesia Hasseltii Mekar Sempurna di Hutan Sijunjung

Bunga Sangat Langka Rafflesia Hasseltii Mekar Sempurna di Hutan Sijunjung

6 November 2026

Pemko Padang dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi Penanganan Persoalan Tanah

Pemko Padang dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi Penanganan Persoalan Tanah

6 November 2026

Warga Tanah Datar Tolak Pembangunan Tol, Sebut Ancam Lahan Pertanian dan Usaha Songket

Warga Tanah Datar Tolak Pembangunan Tol, Sebut Ancam Lahan Pertanian dan Usaha Songket

6 November 2026

Tembus Pasar Internasional, 15 Finalis UMKM Champion 2026 Kota Padang Ikuti Asesmen Ekspor

Tembus Pasar Internasional, 15 Finalis UMKM Champion 2026 Kota Padang Ikuti Asesmen Ekspor

6 November 2026

Pemerintah Akan Angkat PPPK Paruh Waktu Jadi PPPK Penuh Waktu Tahun Depan

Pemerintah Akan Angkat PPPK Paruh Waktu Jadi PPPK Penuh Waktu Tahun Depan

6 November 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.