Kabarminang — Presiden Prabowo Subianto menyebut para pendiri bangsa Indonesia telah merasakan imperialisme dan mengalami masa ketika bangsa Indonesia ditempatkan pada derajat lebih rendah dari anjing.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada rapat paripurna DPR RI ke-19 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2026), yang disaksikan Sumbarkita melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.
“Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing. Mereka melihat dan merasakan kekayaan Nusantara ratusan tahun diambil oleh penjajah-penjajah kita untuk memperkaya mereka,” katanya.
Prabowo meminta masyarakat tidak terlalu mengagumi bangsa yang kekayaannya diperoleh dari merampas kekayaan negara lain. Terlebih lagi, menurutnya, negara-negara kaya tersebut kerap mengajarkan sesuatu yang tidak mereka lakukan sendiri.
“Janganlah kita rendah diri, janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita, padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita,” ujarnya.
Prabowo menegaskan dirinya tidak mengajak masyarakat membenci siapa pun dan belajar dari sejarah.
“Saya tidak mengajak membenci siapa pun, bahkan saya mengajak kita belajar dari sejarah. Mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah dan akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka,” ucapnya.
Ia menyebut para pendiri bangsa menyadari bahwa apabila pemimpin lemah dan tidak bersatu, maka kekayaan bangsa akan terus diambil pihak lain.















