“Persiapan kami di Padang Pariaman sudah matang, catatannya kami harus ikut Porprov. Tapi kalau bisa digeser untuk menjaga tata kelola administrasi keuangan agar jangan terjerat hukum, alangkah baiknya,” ujar Asmadi kepada Sumbarkita, Selasa (15/9/2026).
Asmadi menyebut hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan pencairan APBD diproyeksikan baru terealisasi pada 29 September 2026.
“Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) menyampaikan kepada kami APBD itu bisa cair tanggal 29 September 2026. Tentu kami harus mengatur strategi dengan Pengcab untuk kepastian operasional atlet,” jelasnya.
Ia menegaskan usulan yang disampaikan bukan meminta Porprov ditunda hingga tahun berikutnya, melainkan hanya menggeser pelaksanaannya selama satu bulan ke November 2026.
“Kami tidak ada meminta diundur ke tahun berikutnya. Bahasa saya digeser ke November agar disesuaikan dengan pembahasan anggaran,” tuturnya.
Asmadi mengatakan KONI Padang Pariaman tetap akan mengikuti dan mendukung pelaksanaan Porprov apabila keputusan penyelenggara tidak mengubah jadwal yang telah ditetapkan.
Ia melanjutkan, untuk memastikan pengelolaan dana hibah berjalan transparan dan akuntabel, KONI Padang Pariaman juga dijadwalkan menggelar bimbingan teknis bersama Inspektorat, Kejaksaan, dan DPRD pada Rabu (16/9/2026).



















