Ia menegaskan, permintaan pergeseran jadwal tersebut bukan karena Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tidak mendukung penyelenggaraan Porprov. Menurutnya, Pemkab Pesisir Selatan telah menyetujui dan menganggarkan dana hibah untuk KONI sebesar Rp2,185 miliar atau dibulatkan menjadi Rp2,2 miliar sesuai usulan pengajuan.
“Kami tidak ada niat sedikit pun untuk menggagalkan Porprov. Pesisir Selatan sangat berkeinginan untuk berpartisipasi aktif dan sukses di ajang ini,” katanya.
Ia melanjutkan, sebagai langkah formal, Forum Komunikasi KONI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat telah menyusun dan mengirimkan surat permohonan bersama terkait penyesuaian jadwal Porprov XVI Sumbar. Pengurus KONI daerah juga melakukan komunikasi dengan Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk mencari solusi terkait aspek hukum dan administrasi penggunaan dana hibah daerah.
“Kami sedang menunggu jadwal audiensi resmi dengan Komisi V DPRD Sumbar dalam minggu ini guna memaparkan kondisi riil penganggaran di daerah,” katanya.
Ia menyebut, Pesisir Selatan juga ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara untuk dua cabang olahraga, yakni sepak takraw dan catur.
“Hingga saat ini pengurus cabor di daerah masih terus bersiap. Kami berharap PB Porprov dapat mempertimbangkan usulan pergeseran jadwal ini demi kebaikan bersama seluruh kontingen daerah,” imbuhnya.
Selain Pesisir Selatan, KONI Kabupaten Padang Pariaman juga mengusulkan agar jadwal Porprov XVI Sumbar digeser ke November 2026. Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Padang Pariaman, Asmadi. Ia mengatakan, usulan tersebut berkaitan dengan kelancaran administrasi keuangan dan kesiapan kontingen.
Menurut Asmadi, persiapan teknis kontingen Padang Pariaman sebenarnya telah matang. Namun, ia menyoroti waktu pencairan anggaran yang dinilai berdekatan dengan pelaksanaan Porprov.



















