Kabarminang — Kematian Hermantios (40 tahun), pria yang ditemukan tewas tergantung di rumahnya di Korong Chaniago, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, masih menyisakan tanda tanya. Meski di lokasi ditemukan pesan perpisahan yang mengarah pada dugaan bunuh diri, kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan belum berhenti pada satu kesimpulan.
Kepala Polres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, memastikan kasus tersebut kini dalam pendalaman lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Untuk sementara memang ada dugaan mengarah ke bunuh diri, tapi kami tidak ingin berspekulasi. Semua kemungkinan tetap kami dalami. Kami ingin kasus ini terang dan jelas,” ujar Faisol pada Selasa (10/2/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Nur Asmi (78 tahun) pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 12.10 WIB. Saat itu pintu rumah terkunci dari dalam. Setelah kroban dipanggil berulang-ulang tanpa respons, keluarga bersama tetangga membuka paksa pintu dan mendapati korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung dengan seutas tali.
Kepala Polsek Batang Anai, Iptu Wadriadi, mengatakan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan pesan perpisahan yang ditulis di kaca cermin kamar. Isi pesan berupa permintaan maaf dan ungkapan kasih sayang kepada keluarga.
Keluarga menyebut korban sempat menunjukkan tekanan psikologis dan pernah melakukan percobaan serupa sebelumnya.
Meski demikian, Faisal menegaskan bahwa temuan tersebut belum cukup untuk langsung menyimpulkan penyebab kematian. Ia mengatakan bahwa penyidik tetap membuka sejumlah kemungkinan lain, termasuk faktor medis mendadak, kecelakaan, maupun kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang belum terungkap.
“Kami tidak boleh hanya terpaku pada satu asumsi. Bisa saja murni bunuh diri, tapi bisa juga ada faktor lain. Karena itu kami siapkan tim untuk pendalaman, termasuk pemeriksaan ulang saksi, lingkungan sekitar, dan detail TKP,” tuturnya.
Meski keluarga menolak visum maupun autopsi terhadap kroban dan menerima kejadian sebagai musibah, kata Faisal, polisi tetap melakukan langkah-langkah penyelidikan sesuai prosedur guna memastikan tidak ada unsur pidana yang terlewat.
“Kami menghormati keputusan keluarga, tapi dari sisi kepolisian kami tetap bekerja profesional untuk memastikan benar-benar tidak ada unsur lain,” ucapnya.
Sejumlah tetangga menyebut korban dikenal tertutup dalam beberapa waktu terakhir dan jarang berinteraksi. Informasi tersebut kini turut dihimpun sebagai bagian dari pengumpulan keterangan.
Faisal juga mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi mental orang di sekitar.
“Kalau ada keluarga atau tetangga yang terlihat murung, tertekan, atau menarik diri, jangan dibiarkan sendiri. Ajak bicara, dampingi. Kepedulian sosial sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
















