Penyidik Satreskrim Polres Demak menegaskan tidak ditemukan indikasi pembunuhan. Dugaan korban dianiaya dibantah setelah dilakukan pemeriksaan medis serta analisis CCTV.
“Kita lihat rekaman CCTV yang menunjukkan ibu korban masuk ke rumah jam 18.01 WIB dan keluar jam 18.03 WIB sambil berteriak histeris,” bebernya.
Menurut polisi, waktu sekitar 1,5 hingga 2 menit tidak memungkinkan adanya tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian korban. Selain itu, polisi juga memeriksa aktivitas terakhir di ponsel korban yang tercatat pada pukul 16.25 WIB.
“Selama rentang waktu itu hingga ibu korban pulang, tidak terlihat ada orang lain yang masuk ke rumah,” tambah Anggah.
Percakapan WhatsApp dengan Ibu Viral
Sehari sebelum kejadian, korban diduga sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan ibunya di media sosial. Dalam percakapan itu, terdapat pesan bernada marah dan kata-kata kasar.
“Memang sebelumnya, ibunya itu sempat beberapa kali chat marah-marah dan ada kata-kata kasar kepada korban,” ungkap Anggah.
Meski begitu, polisi belum dapat memastikan percakapan itu menjadi penyebab utama korban mengakhiri hidupnya. Penyelidikan masih terus dilakukan.
“Karena masih banyak faktor-faktor lainnya yang harus dilakukan pendalaman,” pungkasnya.















