Perihal peristiwa itu, Anggota Polsek Linggo Sari Baganti, Aiptu Rozi Zainal, mengatakan bahwa keempat petugas Kantor Pertanahan Pesisir Selatan itu datang ke markas polsek setelah peristiwa itu terjadi. Saat itu Rozi sedang piket di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu polsek.
Berdasarkan cerita yang ia dapatkan dari empat petugas Kantor Pertanahan Pesisir Selatan, Rozi menceritakan bahwa awalnya keempat petugas itu mengukur tanah atas permintaan warga di Kampung Sungai Rotan. Setelah selesai mengukur tanah tersebut, mereka dipanggil oleh pensiunan pegawai Kantor Pertanahan Pesisir Selatan untuk mengukur tanah pensiunan pegawai itu sekitar pukul 17.00 WIB.
“Lokasi tanah pensiunan pegawai kantor pertanahan itu masih di Sungai Rotan, tak jauh dari lokasi tanah yang sudah diukur oleh empat petugas kantor pertanahan” ujar Rozi kepada Kabarminang.com pada Selasa (20/1/2026).
Karena segan kepada pensiunan kantor pertanahan tersebut, yang merupakan senior mereka, keempat petugas tersebut mengukur tanah si pensiunan. Saat mengukur tanah itu, datang tiga orang yang mengaku punya tanah itu. Ketiga orang itu terdiri atas seorang wanita dan dua laki-laki. Wanita tersebut merupakan ibu dari kedua laki-laki dewasa itu.
“Ternyata tanah tersebut tanah sengketa antara pensiunan pegawai kantor pertanahan dan keluarga ketiga orang itu. Keempat petugas pertanahan tersebut tidak tahu bahwa tanah itu bersengkata,” ucap Rozi.
Ketiga orang itu marah-marah dan melarang keempat petugas kantor pertanahan untuk mengukur tanah tersebut. Salah satu di antara laki-laki tersebut kemudian mengejar keempat petugas dengan parang. Para petugas lantas lari untuk menyelamatkan diri masing-masing.
Setelah keempat petugas kantor pertanahan kabur, laki-laki yang mengejar mereka dengan parang merusak mobil dinas Kantor Pertanahan Pesisir Selatan yang berada di lokasi. Laki-laki itu menghancurkan semua kaca mobil kecuali satu kaca samping kanan bagian belakang. Dari video yang diterima Kabarminang.com, mobil berpelat merah itu bernomor polisi BA 1517 G.
“Dia menghancurkan kaca mobil dengan batu, parang, dan tinju,” ucap Rozi.
















