“Investasi ini menjadi modal penting bagi keberlanjutan ekonomi Sumatera Barat dalam jangka Panjang,” ucap Hasanudin.
Karena itu, kata Hasanudin, proyek besar seperti pembangunan Jembatan Layang Sitinjau Lauik harus dikawal ketat oleh pemerintah daerah hingga tuntas. Ia menyebut bahwa pemerintah daerah penting mengawal Pembangunan itu agar tren pertumbuhan ekonomi tidak kembali melandai atau menurun drastis setelah pengerjaan proyek fisik tersebut rampung.
“Kita harus memastikan adanya konsep pembangunan berkelanjutan agar stimulus ekonomi dari proyek infrastruktur ini memiliki dampak jangka panjang,” tutur Hasanudin.
Hasanudin berharap momentum pertumbuhan itu tidak hanya bergantung pada proyek fisik sesaat, tetapi juga mampu menguatkan struktur ekonomi daerah secara fundamental.
Perihal situasi ketenagakerjaan, Hasanudin memaparkan bahwa per Februari 2026 terjadi peningkatan jumlah penduduk yang bekerja, baik di sektor formal maupun informal. Ia mengatakan bahwa pertumbuhan sektor formal, yang mencakup buruh dan karyawan, sangat bergantung pada kehadiran industri baru dan ekspansi pemilik usaha. Sebaliknya, sektor informal, katanya, dipengaruhi oleh keahlian individu serta dinamika pada sektor jasa.
Hasanudin mengatakan bahwa ekonomi yang stabil merupakan syarat mutlak agar kedua sektor ketenagakerjaan tersebut dapat terus menyerap tenaga kerja secara maksimal. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, katanya, diperlukan untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif.
“Dengan terserapnya tenaga kerja, daya beli masyarakat diharapkan ikut meningkat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi selanjutnya,” ujar Hasanudin.
Hasanudin mengingatkan bahwa penguatan sektor-sektor unggulan, seperti pertanian dan perdagangan, tetap menjadi kunci utama kemajuan ekonomi Sumbar. Ia berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan kebijakan yang memudahkan para petani dan pedagang dalam mengembangkan usahanya. Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan akan menjadi penentu posisi ekonomi Sumbar pada akhir 2026.
















