Menurutnya, dampak media sosial sangat bergantung pada durasi dan cara penggunaan.
“Penggunaan media sosial yang berlebihan berkaitan dengan kesejahteraan yang lebih rendah. Namun, menjauhi sepenuhnya juga bisa menghilangkan efek positifnya,” ujarnya.
Laporan tersebut mencatat, anak muda yang menggunakan media sosial kurang dari satu jam per hari justru memiliki tingkat kebahagiaan tertinggi, bahkan melampaui mereka yang tidak menggunakan media sosial sama sekali.
Laporan ini menegaskan bahwa kebahagiaan tidak semata ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga kualitas hubungan sosial, rasa percaya, serta keseimbangan hidup. Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa pembangunan kesejahteraan perlu menyentuh aspek yang lebih luas dari sekadar pertumbuhan ekonomi.
















