Anwar menyampaikan bahwa secara hakikat, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan yang dilarang agama. Ia berharap Ramadan 1447 H ini mampu melahirkan pribadi-pribadi yang penuh kasih sayang (rahmah) sehingga semangat persaudaraan tetap terjaga erat dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
“Secara syariat, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang tidak dibenarkan agama. Jangan sampai secara lahir puasa, tetapi secara hakikat ternodai oleh sikap yang merusak persaudaraan,” tuturnya.
















