Saat Fadly menjabat sebagai Wali Kota Padang Panjang, Tamrin menilai bahwa tokoh itu konsisten menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam tatanan adat istiadat setempat.
Di sisi lain, kata Tamrin, PKS memiliki basis gerakan yang berorientasi kuat pada penerapan nilai-nilai religius dalam konteks masyarakat perkotaan.
”Penggabungan orientasi masyarakat perkotaan milik PKS dan nilai kedaerahan yang dibawa Fadly Amran membuat kedua entitas ini sangat potensial untuk berkoalisi,” ucap Tamrin.
Meskipun potensi kerja sama kedua partai itu terbuka lebar, Tamrin mengatakan bahwa penentuan sosok yang berhak menduduki posisi calon gubernur (cagub) akan bergantung penuh pada perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Jika perolehan kursi PKS jauh lebih dominan ketimbang NasDem, kata Tamrin, inisiatif penentuan posisi nomor satu diyakini tetap akan dipertahankan oleh PKS. Sebaliknya, ia menilai bahwa NasDem baru memiliki legitimasi kuat untuk memajukan Fadly sebagai calon gubernur apabila perolehan kursi partainya mampu mengimbangi atau melampaui PKS.
”Peta kerja sama ini pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh hasil perolehan kursi parlemen sebagai dasar penentu siapa yang memegang tiket utama,” tutur Tamrin.
















