Kabarminang – Pengamat Politik sekaligus mantan dosen Ilmu Politik Universitas Andalas, Tamrin, menilai peluang karier politik Mahyeldi usai menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Barat untuk menduduki jabatan strategis di tingkat pusat, seperti posisi menteri, tergolong relatif kecil.
“Terkait karier politik Mahyeldi ke panggung nasional, kami melihat peluangnya cukup kecil dalam lanskap pemerintahan saat ini,” ujarnya kepada Sumbarkita, Minggu (16/8/2026).
Ia menjelaskan, dinamika kabinet di tingkat pusat saat ini memiliki tolok ukur dan kriteria kualifikasi yang sangat ketat bagi setiap calon pejabat eksekutif.
Ia menyebut, posisi kementerian kini menuntut keahlian teknis dan kemampuan manajerial teknokratis yang spesifik guna menyelesaikan berbagai persoalan sektoral secara cepat. Selain itu, faktor sokongan modal ekonomi yang kuat juga menjadi salah satu instrumen penting dalam kalkulasi penempatan posisi di jajaran elite nasional.
“Konstelasi politik pusat saat ini menuntut keahlian teknis yang sangat spesifik serta dukungan modal yang kuat bagi figur yang ingin masuk ke kabinet,” ujarnya.
Selain itu, untuk menduduki jabatan di tingkat nasional, seorang pemimpin diharuskan memiliki ketegasan arah dan posisi politik yang jelas di hadapan pemerintah pusat.
Ia melanjutkan, di panggung nasional, setiap figur dituntut untuk menegaskan posisinya secara lugas, yakni berkomitmen loyal secara penuh kepada koalisi kekuasaan atau memilih berdiri di barisan oposisi murni.
“Gaya politik yang berada di area abu-abu atau tidak memiliki garis loyalitas yang tegas dinilai sulit untuk diakomodasi ke dalam struktur kekuasaan eksekutif pusat. Politik nasional menuntut penegasan sikap yang terang benderang, apakah loyal secara total kepada pemerintah pusat atau berada di jalur oposisi murni,” tegasnya.















