“Saya sempat memberontak dan melawan, tetapi dia membentak saya untuk diam, lalu membenturkan kepala saya ke lantai hingga saya menangis menahan sakit,” ucap W pilu.
Awal Terungkapnya Kasus
Kasus ini mulai terungkap setelah W dan S berhasil keluar dari rumah dan meminta pertolongan kepada tetangga serta keluarga dekat. Setelah itu, mereka menceritakan seluruh kejadian yang dialami selama bertahun-tahun.
Tante kandung korban, T (48), mengatakan selama ini kedua anak tersebut hidup dalam tekanan dan ancaman kekerasan dari pelaku yang membuat mereka tidak berani bersuara.
“Perbuatan tersebut baru terungkap setelah dilaporkan pada Selasa minggu lalu, karena selama bertahun-tahun anak-anak ini hidup di bawah ancaman fisik yang sangat berat dari pelaku,” ujarnya kepada Sumbarkita pada Senin (25/5/2026).
Pihak keluarga kemudian mendatangi Polres Pesisir Selatan pada Kamis (14/5/2026) dini hari untuk memastikan korban mendapatkan pemeriksaan medis sebagai bagian dari alat bukti hukum.
Namun, setelah kasus mencuat, pelaku berinisial Z diduga langsung melarikan diri dari rumah. Warga setempat sempat melakukan pencarian, tetapi pelaku berhasil kabur dari lokasi.
Sementara itu, kedua korban saat ini berada dalam perlindungan keluarga dan mendapatkan pendampingan psikologis serta dukungan pendidikan agar tetap dapat melanjutkan sekolah.
Ayah kandung korban yang diketahui berdomisili di Kabupaten Pasaman dilaporkan telah berkomunikasi dengan keluarga dan berencana segera pulang untuk mendampingi kedua anaknya dalam proses hukum yang sedang berjalan.














