Selama menghuni rumah kos di Jawa Gadut, korban dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup. Mesi menyebutkan bahwa mahasiswa tingkat D4 tersebut jarang berinteraksi dengan penghuni kos lainnya maupun masyarakat sekitar.
“Korban tidak pernah membawa teman dan cenderung langsung masuk ke kamar setelah pulang dari kampus. Aktivitasnya hanya keluar membeli kebutuhan seperti makanan, rokok, mi instan, dan telur, kemudian kembali ke kamar,” jelasnya.
Senada dengan itu, Zakaria (30), warga setempat, membenarkan bahwa korban jarang terlihat beraktivitas di luar rumah. Hal ini membuat warga sulit memastikan kapan terakhir kali korban terlihat keluar kamar.
“Kadang ada yang lihat, kadang tidak. Korban memang jarang keluar,” kata Zakaria yang berada di lokasi saat proses evakuasi berlangsung.
Kepolisian Sektor Pauh telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju RS Bhayangkara Padang untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian maupun kronologi mendalam peristiwa tersebut. Aparat masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, untuk mengungkap kematian korban.














