“Persoalan semakin terasa karena kebutuhan kuota internet juga meningkat,” kata Sinta.
Sintia mengaku kondisi itu cukup membebani keluarganya, terutama karena kemampuan ekonomi yang terbatas.
Akibat PJJ, kata Sinta, pendapatan suaminya menurun karena aktivitas dan kondisi jualan turut terdampak PJJ. Ia menyebut bahwa suaminya sehari-hari berjualan secara keliling dan biasanya mangkal di sekitar Simpang Adabiah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krisvola, mengatakan bahwa keputusan mengenai kelanjutan PJJ akan dievaluasi pada Minggu (20/9/2026) siang. Ia menyampaikan bahwa evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat kualitas udara Kota Padang pada hari tersebut. Dari hasil evaluasi itu, katanya, akan ditentukan apakah PJJ masih perlu diperpanjang atau terdapat kebijakan lain yang akan diterapkan.
“Apakah PJJ akan diperpanjang atau apakah ada kebijakan lainnya nantinya, semuanya tergantung dari kondisi kualitas udara Kota Padang pada hari tersebut,” tutur Yopi.
Yopi mengatakan bahwa evaluasi itu juga mempertimbangkan proses pembelajaran siswa yang sudah mendekati ujian tengah semester. Karena itu, katanya, keputusan mengenai pola pembelajaran berikutnya perlu disesuaikan dengan kondisi udara sekaligus kalender pendidikan.
Yopi menjelaskan bahwa evaluasi sengaja dilakukan pada tengah hari. Pihaknya mempertimbangkan waktu tersebut agar pihak terkait masih memiliki waktu untuk melakukan persiapan sebelum sekolah kembali berjalan pada Senin jika hasil evaluasi memutuskan PJJ dihentikan.
Salah satu yang perlu dipersiapkan, kata Yopi, ialah penyaluran makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan adanya keputusan lebih awal, katanya, SPPG dapat menyiapkan kebutuhan agar layanan MBG kepada siswa bisa kembali berjalan seperti biasanya apabila sekolah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.


















