“Kami mohon maaf kepada semua pihak. Ini kesalahan fatal dari kami karena undangan terlanjur disampaikan sebelum konfirmasi jadwal,” ucapnya.
Rudy mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu kepastian waktu dari gubernur untuk menentukan jadwal baru pelantikan KPID Sumbar.
“Mungkin nanti siang, bisa besok, atau Senin. Tergantung jadwal beliau. Hingga saat ini waktu yang tepat belum bisa dipastikan,” imbuhnya.
Diberitakan sebleumnya, salah seorang komisioner terpilih, Yusrin, mengatakan pembatalan tersebut tidak disertai pemberitahuan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia menyebut, undangan tersebut hanya menginformasikan rencana pelantikan pada Jumat (13/3/2026) pagi.
“Kami menerima undangan secara soft copy pada Rabu, 11 Februari 2026, sore melalui salah seorang rekan komisioner terpilih untuk menghadiri pelantikan,” katanya saat ditemui Sumbarkita di Auditorium Gubernur Sumatera Barat.
Setelah menerima undangan tersebut, para komisioner terpilih berkomunikasi untuk memastikan kehadiran. Hingga malam sebelum pelaksanaan, mereka masih memperoleh konfirmasi secara lisan bahwa pelantikan tetap berlangsung sesuai jadwal.
“Namun pada Jumat, 13 Februari 2026, pagi agenda tersebut tidak jadi dilaksanakan, padahal kami telah sampai di Auditorium Gubernur Sumbar. Kami tidak menerima surat resmi terkait pembatalan pelantikan tersebut,” kata Yasin.
Ia menilai persoalan utama bukan hanya terkait dilantik atau tidaknya para komisioner, melainkan pentingnya komunikasi resmi dari pemerintah daerah kepada pihak yang telah ditetapkan sebagai komisioner terpilih.
















