Kabarminang – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi dari Jalan Sandang Pangan ke basement Blok 2 Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, masih enggan menempati lapak baru. Mereka khawatir kehilangan pembeli karena akses masuk ke lokasi relokasi dinilai kurang terlihat dari jalan utama.
Pengurus Ikatan Pedagang Kaki Lima (IPKL) Pasar Raya Padang, Irfan, mengatakan fasilitas lapak yang disediakan Pemerintah Kota Padang sebenarnya sudah cukup baik. Namun, posisi pintu masuk yang dinilai tersembunyi menjadi kendala bagi calon pembeli.
“Permasalahan tempat di basement Blok 2 ini pintu masuknya saja tidak kelihatan bagi orang luar. Bagaimana calon pembeli mau datang dan bertransaksi kalau aksesnya saja tersembunyi?” ujar Irfan saat ditemui Sabtu (24/10/2026).
Menurut Irfan, persoalan akses tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah agar pedagang dapat berjualan dengan nyaman dan tetap mendapatkan pembeli setelah dipindahkan dari lokasi lama.
Ia membandingkan basement Blok 2 dengan basement Blok 3 yang dinilainya lebih menguntungkan pedagang karena berada di pinggir jalan utama dan lebih mudah diakses masyarakat.
“Lapak yang disediakan sebenarnya sangat bagus, bersih, dan sudah dilengkapi kipas angin. Tapi kendala utamanya menurut saya ya cuma pintu masuk itu. Kalau lokasinya jelas dan strategis, pedagang pasti tanpa disuruh pun mau pindah ke sini,” katanya.
Kekhawatiran kehilangan pembeli juga dirasakan Sipit, salah seorang pedagang yang masih bertahan di lokasi lama. Ia mengaku belum memindahkan seluruh barang dagangannya karena belum melihat aktivitas pembeli di basement Blok 2.
“Saya belum pindah ke basement Blok 2 karena memang tidak ada warga atau pembeli yang lalu-lalang ke sana. Makanya saya memilih bertahan di tempat lama dulu, walaupun cuma pakai meja kecil,” kata Sipit.

















